Siapa itu ATC?

Tulisan sebelumnya saya menceritakan bagaimana lalu lintas di udara, perbedaan dan persamaan nya dengan lalu lintas di darat. di bagian akhir tulisan tersebut ada sedikit disinggung tentang siapa orang dibalik layar yang mengatur itu semua, dimana mereka bekerja dan apa-apa saja tanggung jawab mereka dalam mengatur kelancaran dan keselamatan transportasi di udara. Nah.. mereka-mereka itu disebut Pengatur Lalu Lintas Udara (PLLU) atau Air Traffic Controller (ATC).

Apa yang dilakukan seorang Air Traffic Controller?
Air Traffic Controller adalah Seorang dibalik layar yang mengatur dan menuntun secara cepat dan tepat setiap pergerakan lalu lintas pesawat di udara, pesawat yang hendak terbang dan mendarat dengan selamat apapun cuacanya. ATC dibagi lagi dalam beberapa unit kerja diantaranya adalah :

1. Ground Control, ATC yang memonitor pergerakan pesawat di darat, memastikan area lepas landas dan Taxiway “clear” dari manusia,hewan atau kendaraan yang dapat menghambat pergerakan sebuah pesawat.
image

2. Aerodrome Control Tower (TWR), ATC yang berpartner langsung dengan Ground Control, yang mempunyai otoritas dan memberikan izin terbang “Clear for take-off” dan mendarat “Clear to land” bagi setiap pesawat. Unit ini harus menguasai semua tipe dan ukuran pesawat, hal ini untuk menentukan jarak berangkat dengan pesawat lainnya. Misal saja pesawat kecil C208 dibelakangnya disusul pesawat Medium B738-NG, maka perlu waktu berangkat bagi pesawat boeing agar tidak menyundul pesawat kecil didepannya. Unit ini juga mengatur pesawat di darat dengan pesawat yang mendekati bandar udara.
image

3. Approach Control Office (APP), adalah unit yang mempunyai otoritas mengatur ketinggian dan pemisahan di atas ketinggian 4000 feet atau sampai TWR tidak dapat melihat lagi posisi pesawat sampai ketinggian 15000 feet. Namun ada juga APP yang bisa mengcover sampai ketinggian FL245 feet karena yuridiksi udara sebagai Hub bagi bandara sekitarnya seperti APP medan.
image

ATC di unit ini mengatur pesawat yang berada di ruang udara sekitar bandar udara, baik yang sedang melakukan pendekatan maupun yang baru berangkat, terutama bagi penerbangan yang beroperasi terbang instrumen yaitu suatu penerbangan yang mengikuti aturan penerbangan instrumen atau dikenal dengan Instrument Flight Rule (IFR).

Di Indonesia unit APP ini dibagi menjadi dua jenis, APP radar dan APP non radar. idealnya APP memiliki fasilitas radar dalam memisahkan pesawat namun ada juga yang digabungkan dengan Unit TWR karena tidak memiliki fasilitas radar. Seperti Jambi, Aceh dll.

3. Area Control Center (ACC), ATC yang memberikan clearance kepada pesawat yang sedang menjelajah (en-route flight) terutama yang termasuk penerbangan terkontrol (controlled flights). ATC disini mempunyai cakupan yang lebih luas dari ketinggian Fl245 feet sampai ketinggian FL410 feet, secara geographical di indonesia terbagi atas dua Boundari yang disebut FIR (Flight Information Region), yakni Jakarta FIR dan Makassar FIR.
image

Jika disatukan dalam Map maka gambaran jelas dari masing unit seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.
image

Seorang Air Traffic Controllee selain berperan dalam pengaturan kelancaran arus lalu lintas, ATC juga membantu Pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan, dan informasi lalu lintas udara).

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s