MultiTasking Garuda Haji

Pagi ini langit abu-abu menyelimuti kota Banda Aceh, sepertinya tumpahan titik titik hujan akan turun segera. Kicauan burung yang biasa bertengger di pagar pembatas Bandara juga tidak terdengar, mentari juga sepertinya tidak akan hadir menyapa dengan siraman cahaya keemasannya, mungkin dia tetap bersinar hanya saja kumpulan awan tebal menghadang setiap sinar apapun yang akan mengarah ke bumi. beranjak siang beberapa kali gerimis membasahi kemudian reda, datang lagi, reda lagi..begitu terus hingga jam menunjukkan jam 11.30.

Gambar

Flight Progress Stripe

Shift siang ini masih mendung dengan Tiga Controller. Ada beberapa Flight Progress Stripe telah disiapkan di Desk Control terdiri dari Lima pesawat yang akan datang dan Enam pesawat yang akan berangkat, Flight Stripe adalah informasi penerbangan yang dibutuhkan oleh Pengatur lalu lintas Udara. Flight stripe terdiri dari beberapa warna, misal warna kuning untuk pesawat yang datang dan stripe berwarna biru untuk keberangkatan. ada beberapa informasi didalam Flight Stripe diantaranya adalah Call Sign (panggilan) si pesawat, tipe, ukuran dan sistem terbang pesawat, ketinggian si pesawat akan terbang, bandara tujuan serta route yang akan dilewati, sehingga informasi yang diterima oleh Pengatur lalu lintas udara harus lengkap untuk memudahkan dalam mengatur si pesawat dengan pesawat yang lain.

Gambar

Traffic di Apron Shift Pagi

Melihat ke arah Apron beberapa pesawat yang parkir diantara nya akan  segera berangkat karena terlihat Propeler atau Turbin Baling-Baling dikiri dan kanan pesawat tersebut sudah berputar, pesawat tersebut adalah pesawat jenis ATR72 milik maskapai Negara Tetangga Malaysia bernama FireFly tujuan Penang. Kami menyebut pesawat ini Kunang-kunang, karena pergerakannya yang sedikit lambat bila dibandingkan dengan dominasi level pesawat Boeing dan Airbus, disamping itu suara mesin propeler nya juga berisik sih. J Namun di apron ada sebuah pesawat besar yang mencuri perhatian siapapun yang melihat. Apalagi terlihat dari menara pengawas lalu lintas udara, pesawat lain jadi kelihatan sangat kecil. Pesawat tersebut adalah pesawat Haji. Pesawat tipe Boeing B777 adalah pesawat jenis Heavy, yang mengangkut penumpang sampai 480 penumpang. Warna dan tulisan di badan pesawat terpampang besar nama Garuda Indonesia, walaupun sebenarnya pesawat ini adalah pesawat yang disewa sementara oleh Maskapai Berplat merah ini dari Maskapai Prancis untuk kebutuhan Haji 2013.

Gambar

Laporan Cuaca dari Meteorologi

Cuaca kurang bersahabat, pergerakan yang lumayan padat serta jumlah pengatur lalu lintas udara yang pas-pasan membuat shift kali ini harus bena-benar focus dan aware. Karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Di siang yang seharusnya terik awan gelap masih betah berada di langit-langit gunung Seulawah, info ini selalu up to date, secara berkala yakni setiap satu jam sekali diberikan oleh Badan Meteorologi penerbangan, bahkan bila cuaca sangat buruk informasi diberikan setiap 30 menit sekali.

Memulai Shift sebagai asisten Controller, yang bertanggung jawab menyiapkan informasi di Flight Stripe yang telah jelaskan diatas, melakukan koordinasi dengan Meteorologi setiap ada perubahan cuaca signifikan melalui telepon PABX, melakukan koordinasi dengan dua unit terkait pergerakan pesawat seperti unit Security untuk mengamankan area sekitar landasan pacu (runway) dan unit Listrik untuk memastikan pengaktifasi lampu-lampu pendaratan dengan peralatan berupa Handy Talky (HT), serta melakukan koordinasi ke Jakarta (Soeta) ACC Control dan Medan West APP Radar (Kuala Namu) melalui Direct Speech yakni Line telepon langsung via Satelit.

Setelah satu jam, partner belum makan siang sehingga giliran saya bertugas mengrontrol Traffic sendiri merangkap sebagai asisten. di belakang masih ada Supervisor yang seperti nya tertidur pulas. Oke,,safe control Bismillah..

Diawali dengan datangnya GIA 146 bermesin JET tipe Boeing B738 langsung dari jakarta, tanpa transit lagi di Kuala Namu landing dengan sempurna walaupun jarak pandang hanya 6000 meter ke arah utara. Disusul dibelakangnya pesawat kecil dari Bandara Perintis Tapaktuan namun bersamaan Garuda Haji dengan Panggilan GIA2203 melakukan persiapan mengaktifkan 10 % Engine sekaligus untuk Warm Up Engine dengan ekor pesawat mengarah ke landasan pacu. Selang 5 menit GIA2203 minta Pushback (mundur untuk taxi), ekor GIA2203 akan mengarah ke pintu masuk Taxiway Bravo, sedangkan pesawat kecil SUSIAIR dengan tipe Cessna 208 di final Runway 17, artinya 3 menit lagi mendarat dengan masuk ke Apron melalui Taxiway Bravo. Pada kasus seperti ini jika Cessna 208 dipaksasakan masuk melalui ekor GIA2203, pesawat SUSIAIR ini akan terhempas kena Jetblash nya mesin Jet B777. Solusi nya adalah dengan menahan Cessna208 di mulut Taxiway Bravo dan memberikan clearance untuk GIA2203 taxi melalui Taxiway Alpha. Setelah GIA berada di badan Taxiway Alpha barulah kemudian Cessna208 masuk melalui Taxiway Bravo.

Gambar

Denah Runway dan Taxiway Bandara SIM

Gambar diatas tanda panah berwarna Biru besar adalah B777 Haji, tanda panah berwarna orange adalah pesawat SUSIAIR tipe Cessna208 dan tanda panah berwarna biru di Apron adalah B738 tujuan jakarta. GIA2203 taxi di landasan pacu, Cessna208 baru saja parkir kemudian GIA147 meminta Pushback untuk berangkat kembali ke Jakarta. Alhasil karena jobdesk nya merangkap asisten semua kontak HT, Telepon Satelite, Telepon PABX serta Radio Komunikasi dengan para pilot dilakukan dalam waktu yang bersamaan, ini membuat load communication tinggi, mungkin hampir setengah Jam tidak berhentu untuk berkomunikasi, berpindah dari HT ke telepon satelit, memastikan perubahan cuaca. Belum lagi harus melakan prosedur pengecekan Runway dengan Teropong (Binoculer) untuk mengantisipasi jangan ada orang atau binatang berada di dekat Runway pada saat ada pesawat yang Landing atau Takeoff. Sejauh ini masih bisa dihandle sehingga saya tak membangunkan supervisor yang masih tertidur di kursinya.

Komunikasi dengan medan awalnya berjalan lancar karena teman sendiri di ujung telepon. Maulana, teman dekat pula selama pendidikan, Mudah sekali mengenal suara nya. Sehingga setiap permintaan langsung menyebutkan namanya. Mol request, Mol transfer. Namun tak lama suara itu berubah menjadi suara mbak-mbak. Mbak ini pelit suara, stdaknya hanya kata iya, oke atau baiklah tidak pernah terdengar selama komunikasi. Ingin menanyakan ke maulana via BBM tapi tak sempat. Sehingga Pilot GIA2203 berkebangsaan Prancis meminta Level ketinggian yang harus ada persetujuan dari Medan, ketika saya tanyakan hubungi Medan, malah dicuekin, telepon saya diabaikan. Geram sih..karena saya coba mendengar Radio Portable untuk memantau Frekuensi Medan dan  mbak itu yang ngontrol dengan santai. Untung Pilot Prancis ini baik, di akhir komunikasi dengan bule ini saya sempatnya mengucapkan “Merci” yakni terima kasih dalam bahasa Prancis, si bule menjawab menjawab dengan bahasa prancis sedikit agak panjang. Dan saya hanya bisa bengong.. hahaha.. mungkin artinya selamat bekerja dan terima kasih kembali.. sepertinya sih.. =))

Setelah itu penerbangan-penerbangan berikutnya berjalan lancar, karena waktu pergerakan antara satu pesawat dengan pesawat lainnya cukup jauh sehingga bisa lebih santai. Magrib-magrib pulang ke Mess, badan terkulai lemas. Sempat berbalas message dengan pacar di twitter akhirnya ketiduran dengan pakaian batik. Tersadar lagi tengah malam.

2 pemikiran pada “MultiTasking Garuda Haji

  1. wah tugasnya mengatur lalu lintas di bandara ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s