Aku dan Layangan

image

Masa kecil saya tidak dapat dipisahkan dengan mainan layang-layang. anak kecil sampai orang dewasa suka sekali main layangan..apalagi saya.. tapi kalau anak-anak sekarang masih suka main layangan nggak ya? Pasalnya permainan berteknologi seperti PlayStation atau game-game di Gadget Tab telah mendegradasi minat anak ke permainan lokal yang murah dan penuh warna itu.
Ketika zamannya saya, antara awal 90-an, main layangan manjadi permainan musiman karena di desa saya di Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Angin tidak selalu berembus kencang. Kami tidak hanya memainkan layangan, kami juga bisa membuatnya bahkan sebagai anak layangan. Lho kayak anak bola ya.. yup memang persis seperti anak bola di permainan sepak bola. Anak layangan hanya mengejar dan mencari layangan yang putus untuk nantinya dikembalikan ke pemilik layangan. Tentu bukan layangan sembarangan lho..

Layangan didaerah saya bentuknya seperti ondel-ondel. Itu lho kesenian orang-orangan khas betawi, karena mirip sih, ada selendang memanjang di bagian bawah, hiasan gantungan di sayap kiri dan kanan seperti tangan saja.l dan di bagian leher layangan terdapat pita suara berbentuk busur panah yang menghasilkan dengungan. Disamping itu mainan yang dimainkan orang dewasa ini juga dipertaruhkan jika salah satu layangan memutuskan layangan lainnya ketika bertemu benang di udara. Biasanya layangan tersebut akan menjadi hak milik yang menang. Itu semua yang membuat layangan itu mahal sampai berjuta-juta. Maka tak heran kami si anak layangan bisa mendapatkan uang puluhan ribu, masa itu jumlah itu terbilang banyak untuk seumuran anak bersekolah SD.

Kini bentuk layanan sangat beragam, masing-masing daerah di nusantara punya bentuk yang berbeda. Bahkan layangan saat ini bisa di bongkar pasang, untuk memudahkan dibawa kemana-mana. Menurut Sejarahnya beberapa sumber menyebutkan layangan berasal dari china. Namun ada juga sumber yang menyebutkan layangan berasal dari nusantara tepatnya dari Gowa, Sulawesi Selatan. Layangan juga merupakan cikal bakal dari pesawat lho, ternyata dahulu ada seorang pangeran di inggris sana yang mencoba terbang dengan sebuah layangan.

Saya ingat sedikit bagaimana proses pembuatan layangan. Pertama dimulai dengan membentuk rangka dari bambu dengan memotong halus bambu ke dalam dua bahagian, diameternya kira-kira seperti tusuk gigi, tahap berikutnya membeli kertas sampul, disini terserah kita mau plastik yang sudah punya corak atau sampul kertas polos untuk digambar lagi. Ini tergantung kreasi masing-masing. Dibutuhkan juga lem kertas untuk merekatkan kertas sampul ke rangka bambu dan ke benang. Oya jangan lupa benang..dulu saya ambil benang punya ibu sih.. hihi..

Itu sekilas cara membuat layangan kecil lho.. oleh karenanya ukuran benang juga disesuikan. Satu yang hampir terlupakan yaitu tempat untuk menggulung benang. Dulu saya memamfaatkan kaleng susu. Duh.. saya jadi kangen berat dengan masa kecil itu, masa yang sangat berharga karena masa kecil saya sangat beruntung hampir semua permainan merupakan permainan rakyat yang punya banyak makna untuk masa tumbuh kembang. Bandingkan dengan permainan anak jaman sekarang.. miris..

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s