Sriwijaya Minggat meninggalkan Sultan

Setelah ditinggal pergi diawal tahun 2013 oleh maskapai Air Asia Indonesia yang melayani rute domestik Banda Aceh – Medan. kini giliran Sriwajaya yang angkat kaki dari bumi Iskandar Muda. penutupan penerbangan Sriwijaya rute Banda Aceh – Medan resmi mulai 28 Oktober 2013. penutupan ini akan mempengaruhi minat masyarakat Aceh dalam memilih Maskapai murah. tentunya berimbas juga persaingan antara Maskapai yang bertahan antara Garuda Indonesia dan Lion.

Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh adalah bandara internasional yang menghubungkan Aceh dengan dunia luar. terlebih paska tsunami banyak wisatawan berkunjung ke Banda Aceh yang terkenal dengan sebagai wisata bandar kota bernuansa islam. jika diperhatikan grafik jumlah penumpang Maskapai ini terbilang cukup. namun karena alasan tingkat profit sepertinya Sriwijaya mengalihkan ke rute lain yang lebih potensial.

Sriwijaya selama ini sangat dikenal bersahabat baik dengan ATC di hampir semua cabang bandara. Sriwijaya memberikan tiket gratis berjatah setiap bulannya untuk keperluan personil ATC yang melakukan perjalanan dinas atau mudik ke kampung halaman. alokasi yang diberikan bergantung dengan jumlah ATC disetiap unit, di bandara saya contohnya, Sriwijaya memberikan 5 tiket setiap bulannya. tiket tersebut berlaku untuk ke semua rute sriwijaya. kemudahan ini tidak berlaku di musim liburan lebaran dan tahun baru, karena saat itu jumlah penumpang melonjak tajam.

Masing-masing maskapai sebenarnya punya pasar tersendiri, Seperti Garuda Indonesia walaupun sering jumlah penumpang sepertiga dari jumlah seat yang disediakan, namun maskapai ber Plat Merah ini merupakan langganan abdi negara, hampir seluruh instansi pemerintahan memilih maskapai ini. berbeda lagi dengan Lion, kalangan umum memilih maskapai ini karena harga nya lebih miring dari garuda, dan juga yang membuat banyak orang memilih Lion karena banyak rute terhubung sehingga memudahkan berpergian ke kota manapun. sedangkan Sriwijaya sebenarnya menjadi alternatif dari keduanya, dari Quality of Service (QoS) yang diberikan maskapai ini lebih baik dari lion. ini pendapat saya saja lho.:) namun seperti saya jelaskan diatas maskapai ini punya alasan lain selain mengalihkan ke rute lain, alasan klasik lain seperti tidak seimbangnya biaya operasional dan keuntungan, kenaikan harga Avtur dan lain-lain.

Semoga sriwijaya kembali terbang ke aceh, agar saya bisa menikmati jatah tiket yang diberikan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s