Undang Undang Penggunaan Handphone di Indonesia

Pemukulan yang dilakukan oleh seorang pejabat Bangka Belitung terhadap Pramugari maskapai Sriwijaya Air, mencerminkan kurangnya kesadaran penumpang akan aturan prosedur penerbangan, khususnya berkaitan penggunaan gelombang radio telekomunikasi (Handphone) pada saat pesawat terbang yang beresiko mengganggu sistem navigasi penerbangan sehingga mengancam keselamatan penerbangan.

image


Di Indonesia, larangan ini sesuai dengan instruksi Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara melaui suratnya No. AU/4357/DKP.0975/2003 dan UU Penerbangan No.1 2009 serta diikuti peraturan perbangan sipil di CASR 121.306 tentang larangan penggunaan hand-phone di dalam pesawat udara, sebagai lanjutan larangan yang diterbitkan oleh FAA (Badan Penerbangan Federal AS) sejak tahun 1991.

UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dalam Pasal 54 Ayat f disebutkan, “Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan pengoperasian peralatan elektronik yang mengganggu navigasi penerbangan”. Pasal ini dilandasi kenyataan bahwa frekuensi yang dipakai alat-alat tersebut sama dengan frekuensi yang dipakai oleh pilot dan pemandu lalu lintas penerbangan (ATC). Sehingga berpotensi mengganggu frekuensi yang dipakai pilot untuk bertelekomunikasi Seiring berkembangnya teknologi wireless telekomunikasi voice dan data yang terintegrasi dalam sistem avionik pesawat sebenarnya sudah tersedia perangkat BTS Onboard. Misalnya, peralatan seperti Swift64 dan SwiftBroadband yang dikembangkan oleh AeroMobile Ltd akan menyambungkan antena dengan satelit komunikasi Inmarsat dan handphone penumpang. Sehingga UU diatas bisa dirubah untuk melegalkan penggunaan Handphone di pesawat.

Pemerintah saat ini sedang dalam proses perubahan UU Penerbangan tahun 2009 pada Pasal 54 f diatas untuk dapat diimplementasikan untuk Maskapai dalam negeri, seperti Maskapai Garuda Indonesia dan Lion yang telah mengajukan izin penggunakan Handphone, TV dan Internet di dalam pesawat. Karena tuntutan kebutuhan penumpang dalam perjalanan jauh, Tentunya dengan lisensi bersertifikasi diakui dunia. Saat ini Maskapai Asing bisa menggunakan fasilitas ini karena mereka tidak bersentuhan dengan UU dalam negeri.

Di banyak negara peraturan penggunaan komunkasi nirkabel sudah diterapkan, namun ada negara yang masih tetap mengawasi ketat seperti anjuran dari Federation Amerika Aviation (FAA) karena prinsifnya mencegah apapun yang berpotensi terhadap keselamatan penerbangan.

Selanjutnya saya akan coba menerangkan tentang bolehkan penggunaan handphone secara teknis dan teoritis dari berbagai sumber.

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s