Emergency Handling

Sebagai pemandu lalu lintas udara ATC berkewajiban memberikan informasi yang berkaitan pemanduan pesawat mulai dari keberangkatan sampai kedatangan pada suatu bandar udara. Termasuk dalam keadaan darurat emergency sekalipun, seorang ATC harus lebih mengutamakan safety dengan memprioritas kan pesawat tersebut untuk dapat landing dengan selamat.

image

ATC memiliki 5 sila dasar dalam menjalakan tugasnya, salah satu objectif adalah sila ke empat yang berbunyi “memberitahukan kepada badan-badan dan operator penerbangan tentang pesawat yang membutuhkan bantuan SAR dan memberikan bantuan yang diperlukan”.

Contoh kasusnya jika ada pesawat yang hendak emergency landing, ATC akan menanyakan jumlah penumpang dan kru pesawat, sisa fuel kemudian akan diberitahukan runway dan keadaan landasan dalam keadaan clear serta menyampaikan ke badan-badan serta operator seperti unit PKPPK, Security bandara dll yang terkait dengan penerbangan perihal emergency landing.

Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja seorang ATC. misal cuaca jelek sehingga visibility seorang pilot menjadi terbatas, tipe pesawat yang incoming dan outgoing serta faktor lain yang dapat mempengaruhi lalu lintas udara, misalnya tidak adanya taxiway, keterbatasan tempat parkir, dan lain sebagainya.

Disamping itu ada situasi yang tak terduga “unexpexted condition” dimana ada pesawat yang mengalami emergency flight oleh karena beberapa sebab seperti ada gangguan penyakit, keamanan (hijacking) dan kerusakan pada bagian pesawat.

Oleh karena itu pihak pemandu lalu lintas segera menerapkan 3C (Command, Communication and Coordination) seperti tercantum Dalam Dokumen ICAO 9137-AN/898 Airport Services Manual Part 7, Airport Emergency Planning (1991 : 1-2) Chapter 1 bagian 1.1.2 disebutkan bahwa:
“The basic needs and concepts of emergency planning and exercise will be much the same and involve the same major problem areas : 3C”.

Yang artinya adalah : Untuk dapat dilaksanakan secara menyeluruh suatu rencana keadaan darurat harus mempertimbangkan: a) perencanaan sebelum suatu keadaan darurat; b) operasi saat keadaan darurat; dan c) dukungan dan dokumentasi setelah suatu keadaan darurat.

“Nothing happens unexpectedly, everything has an indication,
we just have to observe the connections.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s