Kolam Renang Alam

seorang sahabat berhasil menyeret semangat menulis saya melalui sebuah tulisan tentang perjalanan di kota kelahiran saya. setali tiga uang membaca sebuah tulisan inspiratif menceritakan bagaimana kita bermula, tumbuh kembang dan hendak bagaimana hidup yang sebenarnya membuat semangat saya harus menghasilkan tulisan ringan hari ini. namun saya tidak membahas terlalu berat. saya coba mengingat dan menceritakan masa kecil di kota kecil di pegununan Aceh.
oke here we go..

By. Winruhdibathin

saya bangga masa kecil saya tidak akan pernah saya dapatkan di kota besar. hari-hati tidak akan terlewatkan sia-sia, bersahabat dengan alam adalah kuncinya.  terlalu panjang untuk diurai satu persatu sehingga saya coba mengaitkan dengan gambar dibawah ini. bersyukur masih banyak sungai, kolam dan danau yang bisa kami jadikan tempat mandi bersama. hampir hitungan belasan saya melalui kenangan seperti ini, paling sering itu di sungai yang tidak jauh dari tempat tinggal saya. pulang sekolah mengganti pakaian, makan siang atau juga sedikit membantu pekerjaan orang tua dirumah, bahkan tidak jarang hanya mengganti pakaian, pamit dan pergi lagi..lho… makannya bagaimana?? nah disitulah masa kecil itu dihargai sangat mahal. saya sering makan di rumah sahabat atau pernah hanya makan buah yang melimpah di kebun yang kami akan melewatinya..

By,fazarusdiberlari canda mengitari rimbunnya kebun kopi. bernyayi sambil mengayuh sepeda serasa masa itu begitu merdeka. mendapatkan oase tak lagi pikir panjang, masing berlomba untuk bisa jadi orang yang pertama masuk ke sungai sebagai ukuran yan tercepat. bagi waktu itu punya magnet kuat untuk bisa orang pertama, tak ayal semangat positif ini tidak ingin hilang karena di dunia luar kami akan mendapatkan tantangan yang lebih dari ini.

seperti tidak ada capeknya, irama hentakan tangan di air semarak dengan saling lempar gemercik air sudah pasti dilakukan. masa ini lah kami bisa belajar berenang secara alam, alam mengajari kami seperti caranya.. tidak pernah kami mendengar renang gaya kupu-kupu, punggung bahkan dada.  gerakan kami hanya terletak padi gerakan tangan dan kaki. sejenak istirahat duduk di atas batu besar kedinginan melipat lutut dengan mulut bergetar menghasilkan nada. tapi itu tak lama, melihat asyiknya di dalam sungai seakan timbul energi melompat dan bersenda gurau lagi.. begitulah masa kecil yang saya sering habiskan di kolam renang alam dengan banyak tantangan dan kenangan pastinya.

Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s