Experience of Yanni music

saya sangat senang dengan komposer satu ini.  siapa yang tidak pernah karya nya. dialah yanni, setiap stasiun televisi sering menjadikan karya yanni sebagai backsound dari berbagai peristiwa. contoh saja seperti bukti keajaiban tuhan terpadu indah dengan tekanan tuts demi tuts piano. jiwa kita kita mudah terbawa arus yang dibawakan oleh musik ini, sehingga faktor yang mempengaruhi suatu video bukan hanya dari gambar tapi dari kesesuaian musik yang mengiringnya.

saya punya beberapa koleksi yang sering saya dengar. seperti diatas disebutkan karya ini tidak asing di pendengaran saya. suatu ketika dalam perjuangan mencari kerja, tepatnya di kota kembang bandung, saya terdiam dalam iringan rapi musik yanni. bulu ketek saja berdiri dan bergetar tersengat irama merdu dari “to the one who knows” hehe..  lagu ini mengajak saya pribadi untuk sejenak berpikir tenang, se akan jiwa terketuk kaku membayangkan berada di situasi yang digambarkan melalui untaian paduan apik tinggi rendahnya hasil suara dari piano. ini bahkan tanpa video. kalau tidak salah saya pernah melihat video dokumenter tentang penyakit kulit yang menggerogoti orang-orang di afrika. rasanya meleleh air mata ini.

untuk lagu kedua saya punya kenangan sedikit memilukan sih.. sewaktu menghabiskan hari-hari mencari kerja di jakarta, di handphone seadanya saya mempunyai list-list musik instrumental dari beberapa komposer ternama. salah satunya karya yanni “before i go”. gara-gara lagu ini sedikit mempengaruhi mental jobless yang aku pikul di kota metropolitan sesumpek jakarta. pernah saya hampir tertidur di busway.  parahnya, pengalaman berdiri di busway sudahlah menjadi kebiasaanku jika pulang kesorean, otomatis daerah kuningan, semanggi dan pancoran menjadi tempat yang saya benci.

jenuh, pegel adalah vitamin uji mental mencari kerja di jakarta. ada beberapa kali saya berdiri selama 2 jam dengan kondisi yang padat dan sesak. semua orang memaklumi gaya transportasi ibukota ini, mau gimana lagi, mau murah harus pasrah keadaan. before i go yang saya putar terkadang berlomba dengan musik dangdut pak haji rhoma irama, ternyata kolaborasi piano dan suling bisa menjadi kombinasi musik yang hebat lho.. hehe..

musik ketiga adalah “in the morning light”. ntah mengapa saya tidak sadar, setiap pagi dibusway saya sering meresapi lagu ini, terlepas sangat cocok dari judulnya. terangnya matahari pagi bercampur aktivitas penghuni kota, macet disana-sini dan berdiri untuk waktu yang lama di busway menjadi bumbu perjuangan menggapai pekerjaan yang di idam-idamkan di jakarta.

dan yang paling sedih adalah “mother night”. saran saya jangan coba-coba kalau mood mu betul-betul pilu.. semua judul lagu diatas memang sangat menyentuh jika kita menghayati dan mendramatisir keadaan. bukan berarti kita bermental lembek seperti bubur. kita mempunyai keadaan hati yang berubah-ubah. musik bisa menjadi teman penghapus bosan, menginspirasi banyak orang dengan performa musik yang apik dan susunan lirik mengena. kita anggap semua itu menjadi hal-hal yang berguna untuk membuat kita introspeksi dan mengisi keindahan dari sebuah musik.

finally, karya yanni sampai saat ini selalu ada dalam list instrumental pemutar musik saya miliki, bersanding dengan karya david foster, steve jablonsky dan beberapa komposer dunia lainnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s