Introduction Rekayasa Trafik

hari ini tanggal 15 september kuliah perdana saya si semester ini.. sebenarnya kuliah udah dimulai sih beberapa hari yang lalu.. hehe.. absen deh..:(

ini la kalo kuliah di negara kita indonesia, jadwal jam delapan masuknya jam hampir jam sembilan. suka kali jam karet..mana ada mata kuliah yang bentrok lagi.. tapi alhamdulilah yang satu gak datang dosennya.. hanya lima orang yang datang, yang lain kyknya masih megang :)) rupanya ini kuliah yang kedua kalinya.. gara2 jol prof nih gak kasih tau. ingat ya pak, beri nilai A kepada kelima orang ini.

Perencanaan Trunk

Dalam dunia telekomunikasi kita seringkali mendengar istilah trunk. Trunk adalah saluran yang menghubungkan dua buah node, dimana jumlah saluran di trunk lebih kecil dari saluran di tiap node. Saluran yang menghubungkan antar sentral-sentral telepon adalah contoh trunk yang paling populer. Untuk lebih mengerti konsep trunk kita dapat melihat contoh trunk yg paling sederhana, yaitu saluran telepon yang menghubungkan PBX di suatu kantor ke sentral Telkom . Tentu saja jumlah line yang menghubungkan PBX dgn Telkom tidak sebanyak jumlah ‘ekstension’ yang ada di PBX tersebut. Ini di lakukan karena kemungkinan kecil sekali semua karyawan di kantor tersebut menelepon ke luar kantor secara bersamaan. Jika jumlah line yang dipasang terlalu sedikit maka karyawan yang akan menelpon ke luar kantor akan mengalami kesulitan, karena line tersebut diantri oleh banyak pemakai, sedang jika kita memasang line tersebut terlalu banyak akan memakan biaya yang cukup mahal. Untuk itu kita memerlukan suatu perhitungan yg akurat untuk dapat memprediksi jumlah kanal yg dibutuhkan.

Jumlah trunk yang menghubungkan exchange X dengan Y merupakan jumlah pasangan voice atau ekivalennya yang digunakan dalam koneksi. Satu langkah penting dalam praktek rekayasa telekomunikasi adalah menentukan jumlah trunk yang diperlukan pada rute atau sambungan antar exchange, yang disebut dimensioning rute. Pertimbangan dalam men-dimensioning rute adalah berapa banyak orang yang ingin berbicara pada suatu waktu melalui rute. Hal ini dilakukan dengan suatu rekayasa trafik (traffic engineering), yang ditentukan oleh dua parameter yaitu calling rate dan holding time .

>>> Calling rate : jumlah waktu suatu rute atau jalur trafik yang digunakan per unit periode atau intensitas panggilan per jalur trafik selama jam sibuk.

>>> Holding time : durasi pendudukan jalur trafik oleh suatu panggilan atau durasi pendudukan rata-rata suatu panggilan pada satu atau lebih jalur trafik.

>>> Jalur trafik adalah kanal, time slot, pita frekuensi, saluran, trunk, switch atau sirkit yang dilewati komunikasi.

>>> Carried traffic : volume trafik yang dibawa oleh switch secara aktual.

>>> Offered traffic : volume trafik yang ditawarkan/yang masuk ke switch.

>>> Busy Hour (Jam Sibuk), Volume trafik atau percobaan panggilan (call attempt) selama periode satu jam mencapai jumlah tertinggi.

>>> Peak Busy Hour, Jam sibuk setiap harinya.

>>> Time consistent busy hour, periode 1 jam dimulai pada waktu yang sama setiap hari yang volume trafik rata-ratanya atau jumlah pendudukan panggilan suatu exchange atau resource group yang diperhatikan mencapai nilai tertinggi pada hari-hari pengamatan.

>>> Engineering period (dengan kriteria grade of service diaplikasikan) didefinisikan sebagai busy season busy hour yang merupakan jam tersibuk minggu tersibuk dalam satu tahun.

>>> Average busy season busy hour (ABSBH) digunakan untuk grup-grup trunk dan selalu mengaplikasikan kriteria grade of service, contohnya untuk ABSBH load, suatu panggilan yang memerlukan sirkit dalam grup trunk mendapati semua trunk sibuk (“all trunk busy”, ATB) tidak lebih daripada 1% waktu .

Jaringan Switching

jaringan switching yaitu jaringan yang menghubungkan antara offering trunks dan serving trunks. offering dan serving dapat dijadikan subsciber lines, perangkat switching.

1. Offering Trunks >> yang memberikan permintaan untuk tersambung(trafik telepon) pada jaringan switching. mem bentuk offering trunks group.

2. Serving Trunks >> secara bersama-sama menerima dan memforward kembali permintaan untuk tersambung dalam satu jaringan yang khusus dan membentuk sebuah sering trunk group.

5 pemikiran pada “Introduction Rekayasa Trafik

  1. Bagus dan menarik artikelnya, semoga banyak anak2 gayo yang mengikuti jejak wan.
    Menulis ulang apa yang sudah dipelajari begini, biasanya cenderung lebih awet diingatan. Mantaf ! terus menulis wan…

  2. bagus and kebetulan tulisannya aku butuhin buat lporan, gpp ya…hehehe…
    makasih…

  3. uwein*)
    amien.
    smoga smangat itu tetap membara bg..
    masih baperlu banyak-banyak blajar nih..
    trimakasih bg

  4. linda*)
    tugas akhir ya mbak??
    kuliah dimana??

  5. bgus…bagus ne lah bahan yg kubutuhkan untuk MK telefony digital.
    makasiii B’ we2n,,,hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s