Nada Sambung Pribadi (NSP)

fgRing Back Tone…

begitulah bahasa saya mengenalnya…hehe…:)

Sapa seh yang gak kenal RBT (Ring Back Tone)??? Hampir 90% orang yang gw telpon pasti ada RBT-nya. Dari musik yang up-to-date, barat, rohani, dangdut, klasik, daerahan, anak-anak, sampe kosidahan juga ada. Sebenarnya aneh juga, orang bayar 7000-9000 rupiah/bulan untuk lagu dengan durasi kurang lebih 1 menit dan yang dengerin bukan dia pula. Tapi apa mau dikata, keuntungan bisnis yang mulai marak di tahun 2004 ini memang diakui lebih besar daripada penjualan fisiknya.

RBT adalah nada panggil tunggu atau bebunyian (karya musik) yang dipakai pada teknologi jaringan komunikasi. Beberapa tahun yang lalu, hal sejenis ini kita kenal sebagai pemakaian backsound suara pengganti nada tunggu atau hold-on ring. Teknologi penyampaian yang dipakai adalah pemancaran (upload data audio digital) langsung ke pesawat pemakai (user).

Proses RBT bisa dilihat dari beberapa tahap, yaitu;

Pertama, terjadinya proses penggandaan (copy-paste) master rekaman (yang didalam contentnya terdapat hakcipta bagi para pencipta lagu, performers right bagi artis penyanyi dan sound recording rights bagi label).

Kedua, terjadi juga proses pemancaran/transmission content dari server Telco ke HP pendownload.

Ketiga, terdapat keterlibatan teknologi-teknologi baru (hardware dan software) pendukung, dimana terdapat hak-hak yang dimiliki oleh penyedia (provider teknologi).

Terus gimana sih pembagian keuntungan di bisnis RBT? Dari studi perbandingan (taeah.. cari di google aja belagak) dinegara seperti Amerika Serikat, beberapa negara Eropa dan
beberapa negara Asia, maka pembagian yang dianggap paling fair adalah sebagai berikut;

1. Pemilik/pengelola teknologi (dalam hal ini termasuk Telco, Pabrik HP, pengelola satelit dsb) sebesar 50%
2. Negara dari sektor pajak sebesar 15%
3. Pemilik sound recording rights (Label) sebesar 22,5%
4. Kelompok pemilik hak cipta dan lisensinya (song writer, publisher dan collecting society seprti KCI) sebesar 22,5%
5. Pemilik hak terkait (performer rights) yaitu artis penyanyi sebesar 5%

Pembagian keuntungan ini terdistribusi secara langsung, cepat, merata, dan sangat transparan, sehingga semua informasinya bisa denga mudah diakses oleh semua pihak. Gw gak tau deh pembagian royalty RBT di Indonesia, setau gw hukum tentang music digital di Indonesia masih belom jelas.

Ok, sekarang kita test hitung pendapatan yang diterima oleh seorang artis dari penjualan lagu di RBT dengan sistem diatas. Band Drive kabarnya sudah menerima 1 juta pendownload untuk lagu mereka. Kita anggap aja sekali download adalah Rp.9000, maka 9.000 x 5% x 1.000.000 = 450.000.000. Yup, Drive sudah mendapat royalty Rp.450.000.000 untuk lagu mereka dengan pembagian royalty seperti diatas. Itu baru Drive yang notabene adalah sebuah grup baru yang sedang naik daun.

Bayangkan band-band major league seperti Ungu dan Samsons, yang katanya lagu mereka sudah didowload kurang lebih sekitar 7 juta pendownload. Kurang lebih mereka menerima royalty sekitar Rp.3.150.000.000, sebuah angka yang fantastis. Keuntungan itu hanyalah untuk performer rights (artis penyanyi), belum dihitung royalty untuk pengelola teknologi, label, pencipta lagu. Hasilnya?? Sebuah industri yang menjanjikan.

11 pemikiran pada “Nada Sambung Pribadi (NSP)

  1. Gw tuCh Ngech faNs BuaNgEt’z amA cHriS BrOwn BayDeWaY MaSUKin yaCH

  2. @lenny and gank:
    wadooh..
    coba request sama operator nya :)

  3. tolong dong masukin lagu2 barat yang skarng ini populer. misalnya lagu2x avenged sevenfold ma linkinpark!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiileh knln g?

  5. tlg donk muncullin kode2 nsp terbaru lagu pop

  6. leh tw ga” kode nsp dari pinkan mambo – kekasih yang tak dianggap

  7. Gimana supaya lagu saya masuk di Nada sambung

  8. waduh, gak nyaka banget ya penghasilan mereka sebanyak tu…

  9. Tmpilin donks kode2 nsp lgu2 trbru ny,plis,,aq mnt kde candy yg brjdul Bila..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s